Clean Retina Free Responsive Blogger ThemeFree Premium Blogger Themes form NewBloggerThemes.com

Minggu, 14 April 2013

AIDS (Arogan, Iri, Dengki, Serakah)

Sahabat ♥...coba lihat gambar 1,2,3,4 baca kata-katanya, dan sengaja Saya edit seperti itu. Bisa kita lihat judul pembahasan kali ini yaitu AIDS. Jangan kaget dulu ya, memang penyakit yang satu ini begitu menyeramkan jika kita dengar. Baru mendengar saja sudah bikin kita merinding, iya kan?? AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Hmm.. semoga kita terjauhkan dari penyakit itu, yang sampe sekarangpun belum dotemukan obat penyembuh nya.

Sahabat...saya disini akan membahas tentang Penyakit AIDS tapi bukan penyakit yang saya ceritakan barusan. AIDS disini adalah singkatan dari AROGAN, IRI, DENGKI, & SERAKAH. Bila kita telaah, memang penyakit hati itu agak sulit untuk disembuhkan. Dan belum ada obat yg jitu, tapi penyakit ini bisa disembukan. Yaitu hanya bisa oleh kesadaran diri masing-masing. Iya kan?? :)

Ok, coba kita lihat Gambar 1 Atas (AROGAN) :
Disitu dia berkata, "Saya yg paling berkuasa disini, hahhaa.." Nah, perkata ini sederhana bukan. Tapi jika terus-terusan kita ulangi dan menjadi kebiasan. Perkataan ini yang lama-lama akan membunuh kita, dengan kesombongan kita akan jatuh. Janganlah paling berkuasa didunia ini, karena ada yg masih lebih berkuasa yaitu Alloh. Dan ingatlah pepatah ini. "Di atas langit, masih ada langit." Jadi untuk apa kita Sombong???? Tak ada gunanya bukan??

Gambar 1 bawah (AROGAN) :
Wanita dalam gambar itu berkata. "Lihatlah, memang Aku yg paling cantik." Istigfar...semoga kita tidak seperti wanita cantik itu. Tak sadarkah bahwa kita milik Alloh, sewaktu-waktu bisa saja Alloh memanggil kita. Kita tabrakan, atau celaka dan muka kita rusak, ingatlah itu. Kita tidak akan selamanya cantik wahai wanita, semua itu hanya titipan dariNya. Yang harus kita rawat dan jaga baik-baik. Ingat, "Di atas langit, masih ada langit." Jadi apa yg perlu kita sombongkan??

Gambar 2 ( IRI) :
Wanita pada gambar dua berkata. "Aku ingin seperti yang lain." Istigfar juga jika kita punya prasangka seperti ini, bersyukurlah dengan apa yang kita punya. Kita hidup di dunia ini harus pandai bersyukur kawan, bayangkan saja saudara-saudara kita yang lain di sana mereka sulit makan, tidak sekolah, tidak punya orang tua dll. Tanamkan pada diri kalian kalimat ini. "Aku paling beruntung di dunia ini." Jadi, untuk apa Iri kepada orang lain???


Gambar 3 (Dengki) :
Di gambar tiga ada lelaki yang membawa pisau dan berkata. "Hmm..lihat saja nanti AKu akan mencelakaimu." Cepat-cepat istigfar juga kawan, semoga kita tidak termasuk kepada orang-orang seperti itu. Bersihkan pikiran-pikiran kita dari hal-hal negatif yang bisa berujung merugikan orang lain. Pikirkan jika kita berada pada posisi yang kita rugikan itu. Jika mereka bisa, kita juga harus berusaha bisa!!! Untuk apa dengki, sikap dengki seperti itu akan membuat kita gelisah dan tak berguna. "Mulailah tanamkan sikap positif."


Gambar 4 ( Serakah) :
Di gambar ke empat ini, bapak itu berkata. "Aku makan semua saja, lagi pula aku tidak peduli dengan orang lain hahaha.." Na’udzubillahi min dzalik...semoga kita tidak termasuk orang seperti itu. Saat kita banyak uang dan mendapatkan rejeki banyak, sebetulnya Alloh sedang menguji kita. Jangan kita makan semua, sisakan untuk orang-orang yang lebih membutuhkan. Untuk orang-orang yang tua renta. Bersedekahlah jika kita mempunya rejeki. Karena tanpa kita meminta kepadaNya, uang itu akan kembali InsyaAlloh..jdi masih inginkah kita Serakah???? Buang jauh-jauh yah, mari kita bersedekah dari mulai hal jecil ;)

Sahabat....itulah yang di maksud AIDS, yang bisa menjerumuskan kita pada jurang kemurkaan. Untuk itu mari kita cegah penyakit hati kita, jika tidak di cegah. Penyakit-penyakit ini akan terus menggerogoti pikiran kita lalu akan mempengaruhi perbuatan dan hidup kita juga :) Maaf bila masih banyak kekurangan, dan semoga bermanfaat :) ♥





Salam dari saya :
https://twitter.com/hanihasyarizqia
@hanihasyarizqia



Selasa, 19 Februari 2013

MAN JADDA WAJADA ♥

MAN JADDA WAJADA ♥
(Siapa yang bersungguh-sungguh maka akan sukses).



Sahabat ♥...percayakah kalian pada satu kalimat yang sederhana namun banyak memberi motivasi untuk kita? Ya, kalimat tentang Man Jadda Wajada. Kalimat itu memang begitu sederhana dimata kita. Namun jika kita telaah, banyak hal yang membuat kita lebih semangat. Siapa yang bersungguh-sungguh maka akan sukses. Percayakah kalian pada satu kalimat itu? 




Untuk kita sebagai pelajar, kita harus memegang teguh dari kalimat ini. Terkadang kata 'MALAS' sering sekali hinggap bahkan tinggal di pikiran kita, lalu setelah tinggal dipikiran kita si malas malah menguasi pikiran kita, dan bahkan berani mengatur-ngatur kita.

Kalo begitu, KITA sudah termasuk orang-orang yang sudah di perbudak oleh 'Si Malas'. Apakah kita semua ingin si malas menjadi bos dalam pikiran kita???? Dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang RUGI???

Pasti sahabat semua tidak ingin seperti itu, Aku punya sedikit tips yang mudah-mudahan bisa mengusir SI MALAS dari pikiran atau tubuh kita. Jangan disangka loh, si malas adalah musuh terbesar bagi kita semua :-)

Dan ini sedikit tips untuk menghilangkan malas :
- BER DO'A, berdoalah kepada-Nya agar kita semua selalu dilindungi dari perbuatan 'MALAS' dan berdo'alah agar kita semua diberi kemudahan untuk menjalani kehidupan ini.
- Tanamkan dihati kita semua kalimat ' MAN JADDA WAJADA ' dengan sebuah kepercayaan dan keyakinan bahwa kalimat itu benar adanya.
- BERFIKIR POSITIF DALAM SEGALA HAL, karena biasanya si malas paling cepat berteman dengan fikiran negatif.
- Tanamkan kalimat 'TIDAK ADA KATA MENYERAH DALAM HIDUPKU' dengan begitu karena kalian sudah menanamkan hal seperti itu, otomatis si malas sedikit susah masuk kedalam pikiran kita.
- MENCINTAI DIRI SENDIRI ,dengan mencintai diri sendiri otomatis kita harus menjaga segala hal apapun itu yang merusak atau mencelakakan diri kita dengan selalu waspada. Kalian gak mau kan kalo kalian itu 'GAGAL' gara2 si malas? Dengan itu, kita wajib mencintai diri kita sendiri.
-BERSUNGGUH-SUNGGUH, ya kita harus bersungguh-sungguh melakukan hal apapun itu untuk diri kita dan untuk orang-orang yang terdekat kita (Orang tua).
-Dan terakhir adalah SELALU SEMANGAT, dari mulai sekarang kita harus tanamkan semangat dalam diri kita. Kata semangat memang sederhana, tapi buah dari semangat SubhanAllah...itu begitu luar biasa sahabat :-)

Pusatkan semua tujuan baik kalian untuk membahagiakan diri sendiri dan membahagiakan orang-orang yang terdekat kalian (Orang tua). Dengan begitu si malas akan semakin ciut, karena yang kita pikirkan adalah bagaimana untuk menjadi kita sukses dan bisa membahagiakan orang-orang yang ada di sekitar kita (Orang tua).

Kerja keras, semua orang perlu kerja keras untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Bersungguh-sungguh dalam melakukan setiap pekerjaan maka kita akan sukses, dan si malas pun sedikit-sedikit akan terkalahkan oleh KERJA KERAS DAN KESUNGGUHAN KITA!!!!SEMANGATTT!!!Kita harus percaya dengan MAN JADDA WAJADA, kerja keras, niat dan berdo'a kepada-Nya. InsyaAllah akan sukses :-)


Ok, cukup sekian tips-tips untuk mengalahkan si malas. Mungkin sedikit ngawur dan masih banyak kesalahan hehe.....
Selamat mencoba sobattt!!! ♥♥ @>----



Salam dari saya :
https://twitter.com/hanihasyarizqia

Sabtu, 16 Februari 2013

LA TAHZAN ♥ (Jangan bersedih, Allah selalu bersama kita.)



Sahabat.... ♥ Pernahkah kalian ada pada satu titik dimana kalian sudah menyerah dengan masalah kalian?? Pasti semuanya pernah seperti itu, bahkan Aku pun pernah merasakan satu titik dimana Aku jemu dengan keadaan disekitarku.

Yang Aku ingat, Aku hanya menangis dengan meluapkan kekesalanku. Padahal itu salah, tidak ada yang Aku dapatkan saat Aku menangis. Itu hanya merugikan diriku sendiri. Menangis memang hal yang manusiawi yang pasti pernah dialami oleh semua manusia. Tapi setelah Aku berfikir, itu bukan hal yang baik.

Yang akan kita bahas adalah, tentang MASALAH!!! Sebetulnya jika kita berfikir positif masalah tidak akan pernah ada disekitar kita. Yang ada hanyalah kita yang membuat masalah itu sendiri, ya masalah tidak akan pernah ada jika pikiran kita tidak bermasalah. Sebetulnya memang fikiran kita yang mungkin bermasalah, contoh saja hal yang kecil kita besar-besarkan dan menjadi masalah besar. Dan akhirnya kita kecewa, lalu kita malah menyalahkan orang lain. Itu hal yang salah!!

Padahal sebelum menyalahkan orang lain, lihat dulu diri kita apakah sudah benar atau tidak. Kita manusia memang tidak patut menilai keburukan ataupun kelebihan orang lain. Yang berhak menilai hanya diri-Nya yang Maha Raja. Ini semua hanya titipan dari-Nya, yang harus kita jaga dan syukuri atas karunia-Nya. Tapi terkadang kita masih mengeluh dan bersedih ketika orang lain lebih dari kita. Ketika ada sedikit kesalahpahaman pikiran kita mencerna langsung itu adalah 'MASALAH' padahal semua itu belum tentu jadi masalah, bisa saja itu hanya ketidak sengajaan atau kesalahpahaman.

LA TAHZAN, jangan bersedih!! dibalik semua cobaan pasti ada hikmah, dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, dan dibalik permasalahan pasti ada jalan untuk menyelesaikan masalah. Kita harus percaya, karena ada yang selalu membantu kita, karena ada yang selalu menyangi kita. Yaitu diri-Nya yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia begitu menyayangi kita, ketika kita diberi kekayaan, jabatan tinggi sebetulnya Allah sedang menguji kita. Apakah ketika kekayaan dan jabatan tinggi, apakah masih kita ingat kepada-Nya??? Nah, sebetulnya kita sedang di uji. Ataupun ketika kita sedang dirundung oleh masalah, itu bentuk kasih sayang-Nya. Dia ingin melihat apakah kita selalu memuji-Nya ataupun masih mencintai-Nya, atau malahan kita malah menggerutu.

Itulah bentuk kasih sayang-Nya kepada kita, jika kita bisa melewati ujian ataupun cobaan itu dengan ikhlas, tawakal & sabar. InsyaAllah semuanya akan menjadi mudah :-)
Oleh karena itu, Aku akan sedikit membagi tips jika kita sedang mempunyai cobaan dari mana saja :

1. SELALU BERSYUKUR, dengan bersyukur kita tidak akan merasa kekurangan dan dengan bersyukur juga didunia ini segalanya akan terlihat adil.
2. SABAR, dengan bersikap sabar semuanya akan menjadi lebih bermakna. Kita perumpamakan saja sebuah telur, jika si induk ayam tidak sabar ingin melihat isi telur itu. Pasti anak pitik itu tidak akan ada. Sama halnya dengan sikap, tanamkan sikap sabar dari sekarang. Ingat sabar itu bukan menyerah. Pasti teman-teman semua bisa membedakan :-).
3. PERCAYA DIBALIK COBAAN PASTI ADA HIKMAHNYA, kita semua harus percaya pada hal itu.
4. SELALU BERFIKIR POSITIF, dengan berfikir positif semua didunia ini akan terasa ringan coba saja. Karena kita tidak usah memikirkan hal-hal yang belum tentu kebenarannya. Kita fikirkan saja hal-hal yang bermanfaat untuk diri kita dan orang lain. Dan percaya SEDIH tidak akan datang kepada kita, yang ada kita selalu dikelilingi oleh KEBAHAGIAAN.
5. BELAJAR TULUS SAAT MELAKUKAN HAL APAPUN, dengan belajar tulus kita akan merasakan hal yang belum kita rasakan sebelumnya.Percayalah :-)

Ya memang benar dengan bersyukur kita akan merasakan adil itu seperti apa, dan dengan percaya dibalik cobaan pasti ada hikmahnya itu memang benar. Kita juga harus percaya bahwa dibalik kesusahan itu pasti ada kemudahan. Dan yang satu lagi kita harus berfikir positif dan memandang dua sisi, tidak hanya satu sisi saja. Dengan berfikir positif juga, kita tidak akan dikelilingi masalah malahan kita akan selalu dikelilingi oleh kebahagiaan dan satu lagi, kita harus bersikap tulus saat melakukan hal apapun. Dan kita akan merasakan hal yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Ini bersangkutan dengan hati nurani kita. InsyaAllah dengan begitu kita akan terjauh dari hal yang membuat kita sedih.
LA TAHZAN!!!! Alllah selalu ada bersama kita ♥


Ok, cukup sekian tips-tips untuk menghilangkan dan mencegah perasaan sedih di dalam diri kita. Mungkin masih banyak kesalahan dan kekurangannya. Mohon dimaafkan :-)
Selamat mencoba sobat, semoga sedikit bermanfaat!!! ♥♥ @>----



Sahabat...pembahasan ini sudah saya posting di Facebook saya :
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=255576374577287&set=a.113140788820847.15015.100003747801202&type=1&theater


Salam dari saya :
https://twitter.com/hanihasyarizqia

Dibalik diammu Ayah


            Saat Aku terlahir didunia ini, Aku belum bisa melihatmu. Aku belum bisa melihat senyummu, Aku belum bisa mendengar suaramu, bahkan Aku tak mengenalmu. Yang bisa Aku rasakan adalah dekap dari seorang yang begitu erat memelukku, dan mengecup keningku. Aku begitu nyaman didekapannya. Dan Akupun merasakan kenyamanan di dekat mereka, mereka begitu memanjakanku. Saat usiaku satu bulan, Aku bisa melihat mereka. Mereka begitu cantik dan gagah, tapi Aku belum mengenalinya. Senyum mereka begitu tulus, mereka selalu ceria dihadapanku. Setiap Aku menangis, mereka selalu menggendongku bahkan mendekapku dengan begitu lembut. Tapi kali inipun Aku masih belum mengenalnya, yang Aku tau adalah mereka begitu baik kepadaku dan tulus menyayangiku. Aku masih heran kepada mereka, kenapa mereka begitu menyayangiku. Saat Aku dipangkuannya, wanita itu selalu tersenyum sambil mengelus-ngelus keningku. Aku tersenyum kepada wanita itu, wanita itu begitu cantik. Hingga akhirnya mereka berdua memberi nama yang begitu cantik untukku Raisya Alisa Putri. Itu namaku, kedua orang itu selalu membicara kepadaku sambil mengajariku bicara.
            “Raisya...Raisya ini Ayah..ini Ibu..” Kata laki-laki yang tegap itu, dia begitu gagah. Dan saat itupun Aku masih tetap belum mengerti apa itu Ayah & Ibu.
            Hingga suatu saat Aku sadar, ketika Aku sakit saat usiaku berumur dua tahun setengah. Aku menangis saat itu. Dan ternyata ada yang menangis juga selain Aku, perempuan yang setiap harinya menyuapiku, mengurusku, dia menangis juga. Ternyata Aku baru mengerti siapa itu Ibu dan Ayah. Kala itu Ibu begitu resah melihat keadaanku, badanku demam dan suhu badanku begitu tinggi. Ibu menangis, Ibu tak tega melihatku. Bahkan saat Ibu mengusap keningku Ibu berbicara seperti ini kepadaku.
            “De..Biar Ibu saja yang menggantikanmu sedang sakit...” Kata Ibuku sambil menangis. Dan Aku hanya menangis, Ayah saat itu hanya memberiku segelas madu. Aku dipeluk Ayah.
            Saat itu usiaku menginjak lima tahun, Aku masuk taman kanak-kanak. Aku bersekolah di TK Al-Hidayah, TK Islam. Setiap harinya Aku selalu di jemput oleh pembantuku. Saat itu memang musimnya hujan, Aku selalu ingin hujan-hujanan sama teman-teman tapi Ibu melarangku untuk hujan-hujanan katanya nanti kamu sakit. Ayah hanya tersenyum melihat Aku menangis.
            Saat Aku menangis, Ayah hanya menggendongku dan membawaku ke dekat jendela kaca. Lalu Ayah malah berkata seperti ini.
            “Sayang..nanti kalo besar kamu boleh main hujan-hujanan, kalo sekarang jangan ya. Nanti Raisya sakit, kalo sakit nanti gak sekolah.” Ayah malah berkata seperti itu, dan Ayah malah bercerita untukku. Aku memang sejak dari kecil paling suka mendengarkan cerita.
            Hingga usiaku kini sudah sepuluh tahun, Aku sudah masuk SD di SDN Kadipaten VII bersama Ayah. Sekarang Aku sudah kelas dua SD, Aku sudah besar. Aku sudah mengaji di madrasah. Sehabis pulang sekolah Aku pulang dan berganti kostum, karena Aku harus mengaji di Madrasah Nurul Huda. Dan biasanya Aku pulang sore, ketika Aku pulang sore Aku merebahkan tubuhku di atas sofa. Dan masakan Ibu ketika itu sudah tercium baunya. Akupun menemui Ibu yang sedang memasak di dapur.
            “Bu, Ayah belum pulang?” Alisku sedikit mengkerut, karena Aku kesal kenapa jam segitu Ayah masih belum pulang.
            “Iya belum, sana mandi. Biar nanti kalo Ayah udah pulang Raisya udah mandi.” Timpas Ibu kepada Raisya. Dan Raisya pun mandi.
            Hingga akhirnya kini Aku sudah masuk SMA, di SMAN 1 Majalengka, saat MOPD Ayah banyak membantuku. Aku masih ingat, Ayah membantuku sampai jam 01:00 malam. Ayah memang begitu baik, Ibupun sama. Setiap paginya Ibu selalu memasakkan Aku Nabotek. Nabotek itu, nasi, abon, telor, kecap. Ibu juga tidak kalah baik dengan Ayah, malahan Ibu yang begitu semangat membantuku.
            Saat ulang tahunku yang ke 17 tahun, Aku begitu banyak bersyukur kepada-Nya. Aku berterima kasih kepada-Nya telah memberiku kebahagiaan yang begitu berlimpah. Mempunyai keluarga seharmonis ini, sahabat yang begitu baik dan tentunya pacar yang begitu baik. Saat malam itu Ibu, kedua adikku dan ke dua sahabatku membuat kejutan. Mereka memberi Aku kue bolu ulang tahun dengan angkat 17 di atas kue ulang tahunnya. Aku begitu bersyukur.
            Tapi saat itu Aku masih terheran, ketika Ayah mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Ayah hanya memelukku dan mencium keningku lalu mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Tidak seperti Ibu kepadaku, dia tidak mengucapkan kata-kata bahwa “Aku menyayangimu nak” Ayah tidak seperti ibu, memang Ayah memang pendiam dan tidak banyak bicara. Tapi Ayahku begitu bijaksana dan begitu baik kepada anak-anaknya.
            Kali ini, Aku berdiam diri dikamar. Aku menangis saat ini, Aku baru sadar ternyata Ayah begitu baik kepadaku, Ayah begitu perhatian kepadaku. Kali ini Ayah jatuh sakit, mungkin karena Ayah kecapean. Ayah memang pekerja keras orangnya, setiap hari Ayah selalu pulang sore. Aku mengingat-ingat lagi kasih sayang Ayah yang telah dia berikan selama ini kepadaku.
            Ya Aku masih ingat, ketika usiaku dua tahun setengah Aku jatuh sakit usia saat itu memang sangat rentan sakit. Aku menangis, Ibu menangis dan Ayah entah tau kemana tidak menemaniku. Ternyata Ayah sedang berdo’a dengan membawa segelas madu untukku, Ayah berdo’a untuk kesembuhanku. Air mataku pelan-pelan jatuh membasahi pipiku.
            Lalu Aku masih ingat saat Ayah menggendongku melihat hujan, dengan itu Ayah mengajariku tentang keberanian. Ayah memang begitu mencintaiku, Akupun masih ingat ketika Ayah pulang sore setiap harinya. Mata Ayah begitu lelah, dan muka Ayah begitu lusuh tapi Ayah masih bisa tersenyum menampakkan wajahnya. Lalu yang Aku masih ingat adalah, ketika Ayah melarangku untuk berpacaran. Ya, kini Aku tau Ayah ternyata cemburu melihat Anaknya bisa dekat dengan laki-laki lain. Ya Tuhan, berarti benar Ayah begitu mencintaiku walaupun Ayah jarang mengucapkannya padaku. Apa yang harus Aku ragukan lagi, Aku langsung menemui Ayah yang sedang terbaring sakit. Aku memeluk Ayah dan menangis.
            “Ayah..Aku baru menyadari semua ini, Ayah Raisya sayang sama Ayah.” Aku memeluk erat Ayah.
            “Ayah juga Nak..Ayah begitu menyayangi kalian, maaf bila Ayah jarang mengutarakan hal ini.” Jawab Ayah.
            Itulah keistimewaan dari seorang Ayah, kata siapa Ayah tidak mencintai anak seperti Ibu mencintai anaknya. Ayahpun sama seperti Ibu, dia begitu menyayangi kita. Namun yang membedakan dari semua ini adalah, Ayah begitu sulit untuk mengutarakan hal seperti ini kepada kita sebagai anak-anaknya. Tidak seperti Ibu, Ibu selalu memperlihatkan dan mengutarakan cinta dan kasihnya kepada kita. Tapi yang pasti mereka berdua adalah kedua malaikat yang dikirimkan oleh Tuhan untuk menjaga dan merawat kita di dunia ini. Kita harus menyangi dan mencintai kedua malaikat tak bersayap ini, Aku baru sadar ternyata Aku menemukan beribu-ribu cinta dibalik diammu Ayah.



Sabtu, 06 Oktober 2012

Percaya Pada Kekuatan Cinta (Part 5)

    Sorot matanya menuju arah kardus bekas, dimana memang semua barangkenangan bersamanya telah disimpan dikardus lepek itu. Tangannya seolah menuntunnya untuk melihat dan menyentuh kardus itu. Jemari lentik tangannya melihat-lihat dan menemukan barang yang tak pernah ia lupakan dan selalu ingat jika melihat barang itu. Tak lain itu adalah....lagu ciptaan Rendy untuknya. Entah mengapa Meisya selalu menangis, batinnya seperti teriris pisau tajam jika melihat lirik dari lagu tersebut. Meisya sempat membaca dan menyanyikan sedikit lagu Randy yang dipersembahkan untuknya.
    Beberapa jam kemudian kardus tak karuan dan acak-acakan karena ulah Meisya. Meisya mencari cincin yang dulu dibelinya, hingga mengobrak- abrik kardus itu. Mustahil ternyata cincin itu hilang!!!!! Rasa sesal selalu tiba di akhir memang. Melihat tingkahnya yang aneh Ibu Meisya menegur.
“Cari apa kamu Meisya? Sampe lihat tuh kardus itu berserakan dimana-mana” Tegur Ibu sedikit marah padanya.
“Eh..ibuu..hmmm engga kok, Meisya gak cari apa-apa!” Meisya seperti salah tingkah ketika ditegur oleh Ibunya.
“Ya sudah..sana mandi, acara beres-beresnya udah kan? “ Tanya Ibu.
“Iya..iya Bu..sebentar” Gerutunya.
    Hari itu memang hari libur, membereskan rumah sudah itu sudah rutinitas di keluarga Meisya. Tapi memang aneh dengan Meisya hari ini, biasanya kalau pulang dari kost an ke rumah dia tidak pernah membereskan kardus lapuk itu bahkan meliriknyapun tidak. Tapi kok sekarang jadi pergi ke gudang yah untuk memilih-milih barang kenangan masalalunya. Tapi memang benar seperti ada energi yang membawanya kedalam kenangan masalalunya, siapa lagi kalau bukan Rendy. Entahlah, biasanya dia belum pernah se semangat ini mencari kenangan-kenangan masalalunya.
    Wajahnya kian berseri, segar, rambutnya basah habis di shampo, yaah rupanya Meisya baru selesai mandi. Dengan menenteng handuk dikepalanya dan memainkan ponsel ditangannya. Lalu tak lama dia malah membayangkan sosok Rendy, yang memang selalu terbayang olehnya dan takkan pernah hilang dibenaknya. Sudah lama memang tak ada kabar dari Rendy, rupanya dia sibuk dengan kuliahnya dan mungkin sibuk juga dengan pekerjaan barunya. Tapi tak disangka seketika ponsel Meisya berdering.
    Dengan cepat ia mengangkatnya, tapi tak ada nama kontak disitu. Hanya ada suara yang tak asing ditelinganya.
    “Hallo..Mei..” Seorang pria rupanya.
    “Hallo...siapa ini?” Tanya Meisya yang setengah bingung.
    “Udah lupa nih sama suara aku???” jawab Rendy.
    “Seriusan ya..ini dengan siapa? Aku lagi gak mau becanda nih” Gerutu Mesiya.
    “Oke Nona cantik..ini aku Rendy..” Timpalnya menyebalkan.
    “What?? Kok tau nomer aku sih?” Meisya bingung, kenapa Rendy mengetahui nomernya.
    “Tauuu dong...tapi kamu seneng kan di telepon sama aku? Jujur deh Mei..kamu kangen kan sama aku ya hayoo..?” Balasnya lagi sambil cekikikan.
    “Enggak...” jawabnya dengan lurus.
    “Alah...disitu bilang engga, pasti hatinya ngangguk tuh” Rendy terus menggodanya.
    “Apasih..brisikk tau!” Meisya sedikit kesal rupanya.
    “ Jangan marah dong..aku becanda, gapapa kok gak kangen sama aku juga, kalo aku kangenn banget sama kamu Mei..” Balasnya dengan manis.
    “Hmm..gombal, terus mau apa lagi??” Tanya Meisya singkat.
    “Aku cuma mau ngasih tau, kalo aku lagi ada di rumah nih. Kamu juga lagi pulang kerumah kan Mei..” Rendy menjelaskan bahwa dia sedang ada dirumah.
    “Oh..terus pulangnya kapan? Iya aku juga lagi ada dirumah” Gerutu Meisya.
    “Paling hari minggu deh, lumayan dua hari di rumah Mei..kalo kamu?”  Tanya Rendy pada Meisya, dia memang sangat peduli terhadap Meisya.
    “Gatau..kayaknya besok juga udah pulang Ren..”
    Yah..sekitar satu jam mereka bercengkrama menghilangkan rindu walau hanya dalam ponsel. Rendy ternyata lagi ada dirumahnya dan Meisyapun lagi ada dirumah, katanya Rendy rindu banget sama Meisya. Padahal kemaren pas Lebaran dia silatuhrrahim ke rumahnya Meisya. Randy memang seorang pria yang begitu penyayang, pengertian, baik hati, dan bisa bikin Meisya tersenyum. Tapi saat Meisya melihat layar ponselnya dan memikirkan Rendy, Rendy langsung menelpon Meisya. Sering sekali hal-hal kecil yang tak disengaja datang ke Meisya dan Rendy. Mungkin karena ikatan batin mereka sangat kuat.
    Tapi walaupun sama-sama pada pulang ke rumah, mereka tidak bisa bertemu secara tatap muka. Karena Meisya  harus kuliah lagi, dan Rendy hanya mengatakan lewat pesan nya.

Aku juga sekarang berangkat kuliah lagi : )
Jaga diri baik-baik yah disana, jangan nakal : )
Love you..

    Walaupun hanya beberapa kalimat itu sangat berarti bagi Meisya, entah mengapa semakin Meisya melupakan Randy semakin kuat juga ikatan itu. Memang tak ada yang harus menyalahkan Cinta, karena cinta itu hanya titipan dari Tuhan. Tapi kita pun harus yakin dan percaya pada kekuatan cinta yang diberikan dariNya.

                                                  
                                                                            Percaya Pada Kekuatan Cinta (Part-5)
                                                           Lanjut ke part- 6 oke, tunggu kisahnya seperti apa hhe...

Jumat, 17 Agustus 2012

Percaya Pada Kekuatan Cinta (Part 2)

              Jika di hitung harapan dan khayalan yang entah ke brapa ratus ribu kalinya, aku sndiri tak sanggup untuk mengeja satu persatu nya lagi. Yang padahal harapan itu sangatlah sederhana .Hanya sekedar kapan dan di mana kita bisa brtemu kembali.
              Aku rindu akan segala hal tentangmu, canda tawamu yang takkan pernah kulupa hingga kapanpun. Meisya, apakah kau masih mengingatku????? Entahlah, aku hanya mengelus dada saja. Sekarang aku tidak tahu Meisya kuliah dimana? No. Hp nya gak aktif. Yang kutau adalah rumahnya.
Tapi.. Seperti yang dikatakan Meisya terakhir kalinya, jangan kau mengejarku dan mencariku karena aku takkan berhenti berlari tidak menoleh. Aku tidak boleh sengaja menemui Meisya. Tuhan... ijinkan aku untuk bertemu dengan Meisya kembali, walau itu hanya 1 jam sekalipun.
             Rasa ini takkan hilang untukmu Meisya, akan tetap ada dalam diri ini. Pedih rasanya bila kuingat kenangan dulu. Tapi kukatakan lagi, itu takkan merubah tekadku. Akan kutunggu hingga Tuhan yang mempertemukan kita dalam satu tempat.
             Meisya, ingatkah saat kita berdua saling mengucap janji???? Ataukah engkau sudah lupa akan semua hal itu, tak masalah itu tak merubahku untuk tidak mencintaimu dan menyayangi mu Mei. Suatu ketika main ke sekolah SMA ku dulu, kulihat perpustakaan masih seperti itu. Tidak ada yang berubah disana.
Kulihat kursi yang sering aku duduki dengan Meisya dulu masih ada, dan bahkan masih terasa kenangan itu. Selama mungkin aku menunggu Meisya disana, kuharap Mei datang menemuiku. Tapi rasanya itu hanya mimpi dan khayalku saja.
Dan saat aku pulang, tiba-tiba ada teman Meisya dulu di SMA. Dan ku tegur.
"Hey.. kamu rara kan?"
"Iya..sorry kamu siapa?."
"Hallo.. Aku.. Randy?."
" Ya ampun..iya aku tau kamu mantan nya Meisya kan?." (Menjabat tanganku)
" Iya..." (Sambil tersenyum kecil)
"Kuliah dimana nih sekarang? "
"Di UI nih.. "
" Wahh.. Hebat.. !!"
"Kamu dimana ra? Dan...hmmm.."
"Oke aku tau Meisya kan? Dia bareng kuliah nya sama aku. (Rara memotong pembicaraanku)
"Kok tau sih aku mau nanya Meisya? Trus sekarang kalian kuliah dimana?"
"Meisya nitip pesan, jangan kasih tau Randy tentang aku sekarang!"
"Oh..oke, tapi Meisya baik-baik aja kan?. "
"Aduh gimana ya? Maaf Randy aku gak bisa jawab tentang Meisya."
"Yawdah kasih tau Meisya, aku masih menunggumu dan jaga diri baik-baik."
"Oke."
"Duluan ya?" (Aku pergi ninggalin Rara)
             Mungkin Rara agak kesal dengan tingkah ku, tapi aku memang sedikit menyesal tentang pesan singkat dari Meisya. Apa jangan Meisya memang benar-benar tidak ingin mengenalku lagi? Timbul pertanyaan dan pernasaran tentang Meisya. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Meisya???????? Kuharap dia tidak ada apa-apa dengan Meisya, Meisya Ingin rasanya aku berjumpa dan menatap matamu lagi.


                                                                                                                                                                    Bersambung....

Selasa, 14 Agustus 2012

PERCAYA PADA KEKUATAN CINTA

            Suatu malam aku menangis dan menanti , hati ini teriris melihat dia yang entah pergi begitu saja meninggalkanku. Aku yang begini adanya takkan pernah bisa memanggil dengan sebutan "Sayang" karena memang aku sudah tak pantas untuknya. Sedangkan dia, hmm tak usah dibandingkan lagi, aku kalah segalanya dari dia. Sudah kuduga dia memang bukan untukku.
             Nama ku Rendy, tinggi badanku 170 cm. Badanku tegap berkulit sawo matang, dan rambutku biasa. Tak ada yang spesial. Tak ada yang mau mendekatiku, apalagi cewe. Ahh itu sudah biasa kalo cewe mengacuhkan aku. Tapi.. Keadaan ini berubah setelah dia hadir. Siapa lagi kalo bukan dia pacarku dulu.
Yeah.. Namanya "Meisya" dia gadis cantik, sederhana, murah senyum dan tak pernah memilih-milih untuk berteman dengan siapapun. Sebenarnya ini kisah lamaku dan "Meisya" . Ya ini kisah cinta SMA ku dulu.
              Dari semenjak Masa Orientasi, Aku dan Meisya sekelas. Pertama melihat Meisya entahlah hatiku sudah gemetar. Tinggi Meisya sekitar 160 cm, kulit sawo matang, mata yang sedikit sipit, dengan berkerudung sederhana. Oh Tuhan ya, sepertinya aku "Jatuh Cinta"
              Apalagi ketika dia melontarkan senyumannya. Aku tak bisa berkutik sedikitpun, aku hanya melihat senyumannya yang sungguh mempesona itu.
               Setelah lama kenal satu minggu bersekolah, akupun tetap sekelas dengannya. Aku dan Meisya ditempatkan dikelas XC, setiap harinya aku bisa melihat senyuman manisnya itu. Aku sering disekelompokan dengan Meisya, dia pintar. Apalagi saat dia bicara, semua orang takluk padanya. Hehe aku terlalu berlebihan ya, memang karena aku jatuh cinta padanya. Aku semakin ingin lebih mengenalnya .
Perpustakaan, ya tempat ini yang selalu mengingatkanku pada Meisya. Karena setiap harinya Meisya selalu saja menyempatkan ke Perpustakaan. Dan sama sepertiku, aku pun selalu menyempatkan waktu untuk keperpustakaan untuk Membaca dan tentunya bertemu Meisya.
Yang paling ku ingat adalah, saat dia duduk disebelahku.
" Hey cowo pendiam." (Dia menepak bahuku).
" Hey Mei, belum tau aku ya?." (Kulontarkan candaku)
" Emang kamu gimana?" (Dia penasaran)
" Ada deh...eh mei, aku... "
"Aku apa?? Eh itu udah bel tuh, kita masuk kelas yuk.. Abis inikan pelajaran pak yoyo.
         Arrrrrghh padahal aku baru mau nanya, dia udah punya pacar belum? Ehh ternyata bel udah bunyi SIAALL!! Oh iya Pak Yoyo itu guru matem, aku paling gak bisa matem. Kalo Meisya emang murid kesayangan Pak Yoyo, dia pinter matem.
Nah keesokan harinya, aku samper ke rumahnya. Oh iya rumahku sama rumahnya deketan loh. Aku juga baru tau kalo dia tuh tinggal di Perumahan. Pas aku nyampe rumahnya, ternyata dia udah berangkat di anterin sama Papah nya. SIALLLL lagi nih!!
         Setiap harinya Meisya makin cantik dan rupanya aku makin cinta sama dia. Kalo ketemu Meisya tuh serasa kaya ketemu pejabat. Suka maluuu maluu gimanaaa gitu! Dan akhirnya kuberanikan buat deketin dia, aku belum terbiasa sih deketin cewe. Aku belum pernah pacaran sih. Di kantin.
"Hallo Mei..sendiri aja?" (Sambil malu2)
"Hey.. Hmm engga sih, ada temen cuma temenku dipanggil sama pak Yoyo buat Remed. Km remedial ga?"
(Sambil tersenyum)
"Ohh.. Engga dong, sekarang aku udah bisa matem dong."
" Syukur deh..." (Dia tersenyum)
" Eh.. Mei.. Hmmmm." (Aku gugup)
"Apa sih Randy?? " (Dia aneh melihatku)
" Aku boleh nanya ga?"
"Boleh, silahkan."
"Kamu...kamu.. Udah punya pacar belum?" (Sambil menundukan kepala)
" Hahaa.. Belum, aku gak mau pacaran dulu."
"Yesss.. (งˆ▽ˆ)ง ( jawabku dengan semangat)
"Haha semangat amat. Kenapa emang?"
" Engga, aku duluan ya??"
         Akupun ke kelas, mungkin dia aneh dengan sikapku. Entahlah aku seneng pas dia bilang kalo dia belum punya pacar. Berarti aku punya peluang buat deket sama dia. Keesokan harinya aku kirim dia setangkai bunga mawar dikolong bangku nya. Tampaknya Mei aneh, dan sedikit penasaran tentang hal itu. Tapi Mei tidak pernah menanyakan hal itu padaku. Keesokan harinya lagi, ku kirimkan coklat sama puisi ciptaanku sendiri. Mei tetap tidak menanyakannya lagi padaku. Dan yang paling kuingat adalah, ketika dia menempelkan puisi ciptaanku di mading. Maluuuuuu bangeet!
Yangku ingat adalah, dipinggir puisiku dia menulis. Coba yang ngirim puisi, coklat, dan bunga mawar kalo berani temui aku. Ga usah bikin aku penasaran!!!! Dia bilang gitu, itu yang masih aku ingat. Aku maluuu banget, dan akhirnya aku beranikan untuk temui dia. Dan akhirnya aku mengajak dia ke perpus.
"Mei sebentar aku mau bicara sama kamu." (Dengan wajah gugup)
Kubawa dia keperpustkaan sekolah.
"Di perpus? Inikan tempat belajar, bukan buat ngobrol."
"Please...."
"Ok."
         Dan akhirnya disanalah, aku menyatakan cinta ke Meisya. Meisya kaget dan tak percaya bahwa yg mengirim kiriman coklat,puisi, dan bunga itu Randy. Cowo yang kata dia pendiam itu. Dia ketawa, dan aneh melihatku. Mukanya memerah saat aku menyatakan cinta padanya.
"Apasih..? Aku yakin itu bukan kamu kan?"
"Ayolah Mei percaya, aku benar-benar mencintaimu."
"Hahha oke..oke ga nyangka kamu romantis." (Sambil memukul pundakku)
"Hehe..jadi jawabannya, mau dibales cinta atau ga akan di bales nih?"
"Sementara aku pending dulu deh."
(Dia lari dan pergi meninggalkanku, akupun mengejarnya.)
       Ya.. itulah kenangan diperpustakaan itu, hal yang paling ku ingat. Dan akhirnya keesokan harinya dia balas suratku yang kesekiankalinya tidak pernah dia balas. Diapun ingin lebih dekat mengenalku. Dan akhirnya kami jadian. Disurat itu dikatakan bahwa, dia mencintaiku dengan sederhana. Aku sangat mencintainya, sampai kelas 3 SMA pun aku masih pacaran sama dia. Karena dia sangat baik, tapi.....
Ya setelah kami lulus, Meisya meminta putus. Aku kaget dong, apa salahku? Padahal kita biasa-biasa aja malahan kemarennya kita udah ngerayain universary kita yang ke dua tahun. Oh... Entahlah sakit hati banget, tapi aku selalu berfikir positif. Mungkin Meisya ada sebabnya memutuskan ku.
        Dia menangis, ketika memutuskanku. Dan pergi meninggalkanku begitu saja, dia bilang "Tak usah memanggilku karena aku takkan menoleh lagi untukmu. Tak usah mengejarku karena aku akan salalu berlari , dan jangan pernah memanggilku karena aku takkan pernah mendengar lagi suara mu." Tapi suatu ketika jika kita tidak disengaja untuk dipertemukan tolong menoleh untukku, tolong panggil namaku dan tolong dengarkan suaraku. Aku hanya berpesan seperti itu padanya. Dan dia pergi meninggalkanku, dia menangis. Akupun sendiri di taman dengan hujan gerimis. Aku tidak bisa mengelaknya aku hanya diam membisu.
        Entahlah kurasa ini tidak adil, aku tak tau faktor apa yang menjadikan penyebab semua ini???? Sampai sekarangpun aku tidak tau. Tapi aku yakin aku pasti bisa bertemu dengannya lagi. Aku yakin pada kekuatan "Cinta"


                                                                                                                                                                           Bersambung.....